23/08/10

7 Jurus Berkelit dari Jebakan Cyber Agar Tak Jadi Korban

Sudah jadi rahasia umum, banyak orang yang tak bertanggung jawab memanfaatkan internet untuk tujuan-tujuan negatif, salah satunya adalah menyebar jebakan. Beberapa jebakan mudah dikenali, tapi ada juga yang disiapkan dengan sangat rapi dan tersembunyi sehingga sulit dikenali.

Skema-skema jebakan yang sering digunakan misalnya dengan menggunakan link berbunyi “You just won! Click here to claim your prize” atau “Enter now to win a trip!“.

Ada juga jebakan yang menyebar lewat email, mengatakan bahwa teman kita yang jauh di sana sedang terkena musibah, uangnya dicuri dan butuh uang untuk pulang. Jebakan lainnya, email yang seolah-olah dikirim dari bank mengaku bahwa mereka harus memferifikasi informasi rekening, dan menginstruksikan kita untuk mengklik link yang disiapkan dan menginputkan informasi personal.

Jebakan-jebakan itu biasanya berakhir pada berbagai macam tipuan mulai dari adware, pencurian identitas, malware, phishing, dan berbagai macam virus komputer.

Nah, kita tentu tidak mau direpotkan dengan hal-hal seperti itu. Untuk itu lakukan 7 hal berikut ini agar terhindar dari berbagai jenis jebakan cyber:

1. Lindungi komputer dengan anti-virus dan software keamanan terbaru.

2. Jangan klik pop-up. Kita bisa mengatur browser agar tidak menampilkan pop-up

3. Jangan mengkik link apapun di email kecuali jika memang sedang menunggu suatu link tertentu.

4. Periksa selalu link yang dikirim orang lain pada Anda. Jika ragu, kirim email baru untuk menanyakannya (jangan membalas email yang dikirim sebelumnya).

5. Jika link yang diklik tertuju ke situs dan situs itu meminta Anda menginputkan username dan password, jangan langsung percaya. Buka browser baru, dan ketik sendiri alamat yang dimaksud.

6. Untuk para orang tua, beri tahu anak tentang jebakan cyber ini, dan ajarkan mereka cara menghadapinya. Minta mereka melaporkan pada Anda hal-hal mencurigakan yang mereka temukan di internet.

7. Jika Anda merasa sudah terkena jebakan cyber, segera laporkan. Jika mengarah pada pencurian informasi finansial, laporkan hal itu pada bank atau perusahaan penyedia kartu kredit agar mereka juga waspada.

-

Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More