05/12/11

Nasehat dalam menyikapi Penyerangan Syi'ah Terhadap Ahlus Sunnah Dammaj Yaman bersama Syaikh Ali Hasan Al Halabi Yordania

rekaman Nasehat oleh Syaikh Ali Hasan Al Halabi (Yordania) dengan penterjemah Ustadz Abu Qotadah,Lc (ALumnus Dammaj Darul Hadist Yaman) di Radio Rodja 756 AM.. Nasehat Syaikh Ali Hasan Al Halabi (Yordania)

04/12/11

Salafi Wahabi Yaman Berlepas diri dari Khowarij Al Qaeda

Ramai diberitakan adanya permintaan bantuanAHLUSSUNNAH di Darul Hadits Dammaj kepada AL-QAEDA(baca: Khowarij) berbasis di semananjung ARAB, maka kami himbau kepada kaum muslimin khususnya Ahlussunnah dimanapun berada, untuk TIDAK MEMPERCAYAI bualan busuk para penebar fitnah tersebut, apalagi oleh wartawan-wartawan yang tidak kita ketahui MANHAJ dan AQIDAH nya. Sungguh para salaf kami yang shalih telah menggariskan suatu metode dalam mengambil berita, baik dari kelompok sempalan (yang mengaku-ngaku salafi/ahlussunnah) atau yang telah di tahdzir (diberi peringatan) oleh ulama ahlussunnah, bahwa ketika terjadi fitnah perlunya mengambil berita hanya dari kalangan ahlussunnah itu sendiri, sebagaimana yang dikabarkan oleh al-Hafidz Al-‘Alaaiy -rahimahullah- dalam Jaami’ut-Tahshiil (hal. 58), dan dalam Shahih Muslim, dari Ibnu Siiriin, ia berkata :

لم يكونوا يسألون عن الإسناد فلما وقعت الفتنة قالوا سموا لنا رجالكم فينظر إلى أهل السنة فيؤخذ حديثهم وينظر إلى أهل البدع فلا يؤخذ حديثهم

Dulu mereka (para ulama) tidak pernah bertanya tentang sanad. Namun ketika terjadi fitnah, mereka pun berkata : ‘Sebutkan pada kami rijaal kalian’. Apabila ia melihat rijaal tersebut dari kalangan Ahlus-Sunnah, maka diterima haditsnya, dan jika dari kalangan ahli-bid’ah, maka tidak diterima”.

dan semoga Alloh merahmati ‘Abdush-Shamad bin Hasan yang berkata :

سمعت سفيان الثوري يقول : الإسناد سلاح المؤمن فإذا لم يكن سلاح فبِمَ يقاتل

Aku mendengar Sufyaan Ats-Tsauri berkata : ‘ ISNAD itu seperti senjata bagi seorang mukmin. Jika ia tidak mempunyai senjata, dengan apa ia bisa berperang ?

Telah dikabarkan kepada kami , dari Abu Ayyub (ngawi) dari al-Akh Khidir al-Limbory al-Mulky (dammaj) (ketika ditanya tentang bantuan al-Qaeda di sisi Ahlussunnah di Dammaj) berkata “ yang mau datang jihad disini bersama qobilah-qobilah saja itu murni ahlussunnah yang bersama syaikhuna dari sebelumnya, yang mau datang disini harus turuti aturan syariat dan kami yaqin alqaeda sarat teroris lainnya bakalan tidak sanggup kesini -biidznillah- karena perbedaan aqidah, kedua firqoh (rofidhoh dan alqaeda) tersebut sama-sama menganggap Darul Hadits Dammaj budak-budak penguasa dan penguasa budak AS-Israel. Apa yang mereka sebarkan itu haknya, untuk menghancurkan Dammaj -selesai- 9 Muharram 1433H pukul 18:06 wib

-Semoga Alloh merahmati- Syu’bah dia berkata:

كل حديث ليس فيه حدثنا وأخبرنا فهو خل وبقل

“Setiap hadits tanpa disertai perkataan : haddatsanaa (telah menceritakan kepada kami) danakhbaranaa (telah mengkhabarkan kepada kami), maka ia (nilainya) seperti cuka dan sayuran”.

Darul Hadits Dammaj tidak terkait sama sekali dengan terorisme, AL–Qaeda atau Usamah bin Laden, ini pun sudah tercermin dari ucapan Asy-Syaikh Muqbil bin Hadi -rahimahulloh- terhadap Usamah bin laden : “ (Usamah bin Laden) termasuk dari orang tertipu dan terkelabui “ dan beliau juga mengucapkan “ Tidak sepantasnya mengambil ’Ilmu dari Usamah bin laden atau Al Misyari..” -selesai- sumber

Berkata asy-Syaikh Ahmad an-Najmi -semoga Alloh merahmatinya- ketika ditanya : ” Beberapa orang mengklaim bahwa Bin Ladin adalah mahdi yang ditunggu (pemimpin) dan mereka memberinya judul “Pemimpin orang-orang yang beriman”. Jadi apa nasehat anda dalam hal ini ?”

Syaikh Menjawab:
dia ini adalah setan. Mereka adalah setan. Bin Ladin adalah Iblis Khobits (kotor), Khawarij(pemberontak). Hal ini tidak diperbolehkan bagi siapa pun untuk memuji-nya. Siapapun yang memujinya, maka ini adalah bukti bahwa ia adalah seorang Khawarij seperti dia … siapa saja yang memujinya, maka ini adalah bukti bahwa ia adalah seorang Khawarij seperti dia

Seminar dan Talkshow Khusus Mahasiswa di UI Depok 18 Desember dan 24 Desember 2011

Forum Kajian Islam Universitas Indonesia (FKI UI) bekerjasama dengan radio RODJA 756am insya Allah akan mengadakan

"I3 (ISLAM ITU ILMIAH)”, Tema: “Menghadirkan Keilmiahan Islam Lebih Dekat”

Ahad, 18 Desember 2011
SESI I (09.00 – 12.00): Seminar “Meraih Pahala Besar dengan Sedikit Amal” – Pemateri: Ust. Abu Yahya Badrussalam, Lc.
SESI II (13.00 – 15.00): Seminar “Potret Mahasiswa Ideal” – Pemateri: Andy Bangkit Ph.D dan Abu Salma, Moderator: Fuad Iskandar ST.

Sabtu, 24 Desember 2011
SESI I (09.00 – 12.00): Seminar “Ideologi Mahasiswa: Antara Extrimisme dan Apatisme” – Pemateri: Ust. Zainal Abidin, Lc.
SESI II (13.00 – 15.00): Talk Show “Beginilah Islam Mengajarkan” – Pemateri: Ust. Nuzul Dzikri, Lc. Dan Ust. Amri Azhari, Lc.

Tempat: Auditorium Pusat Studi Jepang, Kampus Universitas Indonesia

03/12/11

KAJIAN Rutin USTADZ YAZID BIN ABDUL QODIR JAWAS DIMULAI LAGI di Masjid Imam Ahmad bin Hanbal Bogor 15 Muharam 1432 11-12-2011

Insya Allah Kajian Rutin Ustadz Yazid bin Abdul Qodir Jawas di mulai lagi...
Insya Allah akan dilaksanakan pada:
Ahad 15 Muharam 1432 H / 11 Desember 2011 jam 09.00-selesai
di Masjid IMAM AHMAD BIN HANBAL BOGOR

untuk kitab yang dibahas Aqidah Wasithiyah dan Bulughul Maram Lanjutan

28/11/11

DONASI YAMAN, Wahai Ahlussunnah Bantulah Saudaramu JIHAD Melawan SYIAH

Sebagaimana kita ketahui bahwa saudara2 kita ahlussunnah di dammaj Yaman sedang mengalami cobaan berat dengan penyerangan gerombolan Syiah Rafidhah La'natullah, Semoga ALLAH Subhananahu wata'ala melindungi dan memenangkan mereka, dan menghancurkan syiah di setiap negeri kaum muslimin.

Terkait hal itu, kami mengetuk hati setiap kaum muslimin yang masih punya kecemburuan terhadap dien ini untuk membantu saudara2 kita di Yaman. Berikut berita dari akhi Hasby Majidy (thulabul ilmi di dammaj, asal indonesia) yang disampaikan ke al akh Agus Suwasono lewat FB.

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

UPDATE: Untuk Ikhwah semua... Ana mengetuk hati antum semua untuk ikut membantu saudara kita di Dammaj baik dengan materi, terlebih doa.... Insya Alloh Alloh ta'aala akan mengijabah do'a kita... Mereka dalam kondisi kritis dikepung Syiah Rafidah yang mau menghancurkan Markas Syaikh Muqbil... Allohummansur ikhwanana fii Dammaj Ya... Alloh....

Berikut ana sampaikan dua pesan yang di sampaikan via FB ke ana dari Akhi Hasby Majidy yang merupakan salah satu mahasiswa Indonesia yang sedang menuntut ilmu di sana:

about 22 hours ago:

"assalamualaikum. apa kabar pak agus suwasono. semoga antum dan keluarga dlm keadaan sehat . alhamdulillah kami disini pun dalam keadan sehat dan aman. sekedar memberitahu, dammaj sekarang di kepung oleh khusyiyin / rafidhoh. dan keadaan semakin parah. di dammaj (markaz sheik muqbil ragimahumullah) semua kebutuhan sehari2 tdk bisa masuk ke markaz. mereka skr mencukupi diri mereka makan dan minum dri sesuatu yg tersisa saja. alhamdulillah gandum masih ada jdi mereka bisa makan roti tanpa lauk. berita terakhir puluhan orng meninggal kmrin (yg sedang jaga) dan dianataranya 2 orng indonesia 1. akh sholeh dri medan 2. ikhwah dri aceh (beluim thu namanya. mereka membutuhkan doa2 antum para ahlusunnah di qatar. ataoupun di muka bumi ini. skr ada sekitar 1200 ahlusunnah yg sdg menunggu untuk bergerak. masayeh di markaz sheik muhammad al imam sdg kumpul membahas ttg dammaj. tdi siang ana mendapatkan khabar dri ikhwah. ikhwan2 di dammaj terkhusus orng2 indonesia. mereka memilii uang namun mereka tdk tahu harus beli apa (krn tdk ada yg bisa beli). dan mereka membutuh kan pulsa untuk berkomunikasi di keluarga di indo.

catatan: bisa kaah antum memberitahu kpd ikhwah2 di qatar. ttg kondisi mereka. dan mereka butuh doa2 antum2 sekalian. semoga allah menghancurkan org2 rafidah.inilah khabar yg ana dapat hari ini. afwan. doakan mereka doakan ikhwah2 ahlusunnah di dammj dan di setiap penjuru bumi."

about an hour ago:

"Assalamualaikum. Smga abu affif dlm naungan allah. Dan smga abu affif. membaca status ana d fb. Ttg dammaj. Kondisi mereka smkn parah . Merka butuh bantuan antm2 skalian. Ntah doa atau pun harta. Bhn makanan dan kebuthan yg lain sdah hbs. Hanya terssa gandum. Sampai2 lemari2 merka. D bngkar dan d jdkan kayu bkar. Ada jga ikhwah yg anaknya mnggl krn kelaparan. Seruan sheik muhammad shumaly agar kta membntu merka dgn doa atau pun harta. Smg brta ini tersbr diantara ahlu sunnah terkhusus d qatar. Bg ikhah ya akan menyumbgkan harta bsa krm ke ana hasby. Insyaallah ana serahkan ke penanggung jawab d markaz sni. Jazakumullah. Catatan uang ini akan dikirim k sheik muhammad sumali dan akan d kirim ke dammaj brp makanan dan bhn makanan lain. Smga bs sampai dmaj dgn selamat. Dan sebgian untk bli pulsa dan akan d krm ke ikhwah d dammaj agar merka bsa komunikasi dgn keluarga. Afwan jazakumullah. Akhukum hasby majidy."

----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Saudaraku, sesungguhnya umat Islam di bumi Allah ini adalah ibarat satu bangunan, mereka akan saling menguatkan satu dengan yang lainnya. Umat Islam di bumi Allah ini ibarat adalah satu tubuh, jika satu anggota badan sakit, maka seluruh tubuh akan merasakannya.

Saudaraku, apakah Kita tidak merasa merugi ketika sekarang satu bagian bangunan kita di Yaman diserang? Apakah kita tidak merasa sakit ketika satu bagian tubuh kita di bumi para Nabi sedang terluka? Maka, mari kita kuatkan Saudara kita!! Mari kita obati jasad dan hati mereka!!

Saudaraku, mari kita bantu mereka dengan segenap kemampuan kita. Doakan dengan hati dan lisan kita, bantu mereka dengan sebagian harta kita, bantu mereka dengan segenap kemampuan dan keahlian. Ya Allah, bantu dan selamatkan saudara kami kaum muslimin di Yaman. Ya Allah, timpakanlah kekalahan kepada orang-orang SYIAH terlaknat dan penolong-penolong dan sekutu-sekutu mereka…

========================================================

UNTUK Wilayah Qatar dan Sekitarnya, Forum Komunikasi Ahlussunnah Qatar siap menerima dan menyalurkan bantuan anda, untuk sementara dikumpulkan lewat BAM AsSunnah Qatar , Bp Taufiq Mursito, sambil menunggu khabar dari akh hasby majidy kemana pengirimannya

=========================================================

Catatan:

Kami mohon kepada ikhwah untuk menyebarluaskan berita ini melalui berbagai media; blog, email, Facebook, Twitter, dll.

Mohon Ikhwanfillah di indonesia, saudi atau dimana saja silahkan galang bantuan sendiri Alhamdulillah jika punya link langsung ke yaman. Terutama juga ikhwah / Ustadz2 di saudi bisa meloby atau menyampaikan berita ke Pemerintah Saudi agar membantu saudara2 kita (atau mungkin sudah ya.??)

Akhukumfillah

Abu Zulfa, QATAR

+974 66090134

25/11/11

Kajian Islam Bulanan di Masjid As Sofwa Jakarta 27 November 2011

"TANDA-TANDA HARI KIAMAT"

Pemateri :

Ustadz Ahmad Rafi'i, Lc. M.MPd


Waktu :

Ahad, 1 Muharram 1433 H. / 27 November 2011 M.

Tempat :

Masjid Jami' Al-Sofwa
Jl. Raya Lenteng Agung Barat No. 35 Jagakarsa Jakarta Selatan
Telp. (021)78836327, Fax. (021)78836326

Rute:

  • Dari terminal Kampung Rambutan: Naik Mikrolet 19 jurusan Depok, turun Gg. Guru [Pom Bensin] Lenteng Agung.
  • Dari terminal Depok: Naik Mikrolet 129 atau angkot yang lain jurusan Pasar Minggu, turun di Masjid Jami' Al-Sofwa Lenteng Agung.
  • Dari terminal Manggarai: Naik Mitromini 62, turun terminal Pasar minggu, lalu naik Mikrolet no. 129 atau angkot yg lain jurusan Depok, turun di Gg. Guru [Pom Bensin] Lentang Agung.
  • Dari terminal Kampung Melayu: Naik Kopaja 68 ato Mikrolet 16, turun terminal Pasar Minggu, lalu naik Mikrolet no. 129 atau angkot yg lain jurusan Depok, turun di Gg. Guru [Pom Bensin] Lentang Agung.

Contact Person:
  • Zainal Abidin, HP. 085283240638.
  • Rifki Solehan, HP. 085227312259.
  • Yayasan Al-Sofwa, 021-78836327.

17/11/11

Download Audio Kajian Terbaru di Masjid Agung Mako Brimob Depok Bersama Ustadz Arifin Baderi,MA "Indahnya Syariat Islam" Ahad, 13 November 2011

Rekaman kajian umum bersama Dr. Muhammad Arifin Badri, MA. Hari Ahad, 13 November 2011 di Masjid Agung Ksatrin Brimob (komplek Korps Brimob, Jalan Akses UI Kelapadua, Depok) dengan tema "Indahnya Syariat Islam"
silahkan di download secara gratis dan disebarkan

11/11/11

Tabligh Akbar di Masjid Agung Brimob Depok 13 November 2011

Hadirilah Tabligh Akbar!

Bersama Ustadz Dr.Muhammad Arifin Badri, M.A.

Tema:" Indahnya Syariat Islam"

Hari/Tanggal: Ahad, 13 November 2011

pukul: 09.00-12.00 WIB

di Masjid Agung Ksatria Brimob (komplek Korps Brimob, Jalan Akses UI Kelapadua, Depok).

Mari ajak teman2 dan karib kerabat! :)

CP:

081808089051(putra)

085692735181(putri)

27/10/11

Hadirillah Sholat Idul Adha 1432 H di Lapangan Masjid Ar Royan Taman Cimanggu Bogor

Hadirillah Sholat Idul Adha 1432 H

Insya Allah dilaksanakan pada:
Hari/Tanggal : 06 November 2011
Tempat : Lapangan Masjid Ar Royyan
Jl. Dahlia Taman Cimanggu Bogor
Imam dan Khotib : Ustadz Ruslan Nurhadi,Lc
Jam : 06.30- selesai

Hadirilah Shalat Idul Adha 1432 H di Halaman Masjid Mushab bin Umair Villa Bogor Indah

Hadirillah Sholat Idul Adha 1432 H

Insya Allah dilaksanakan pada:
Hari/Tanggal : 10 Dzulhijah 1432 H
Tempat : Halaman Masjid Mushab bin Umair Villa Bogor Indah
Imam dan Khotib : Ustadz Irfan Helmi
Jam : 06.30- selesai

26/10/11

Hadirilah Kajian Ilmiah Bersama Ustadz Mahfudz Umri ,Lc di Masjid Mus'ab Bin Umair Villa Bogor Indah (27 Oktober 2011)

Hadirilah Kajian Ilmiah Untuk Umum
" 175 Jalan menuju Syurga"
Insya Allah dilaksanakan pada:
Hari/Tanggal: Kamis,27 Oktober 2011
Tempat :  Masjid Mus'ab Bin Umair Villa Bogor Indah
Waktu : 13.00-Selesai
Pembicara : Ustadz Mahfudz Umri,Lc

Sebarkan info ini ke yang lainnya...Gratisss
"Rute Naik Angkot 32 (Cibinong-Pagelaran) minta turun di Villa Bogor Indah, naik ojek ke Masjid Mus'ab Bin Umair Villa Bogor Indah

23/10/11

Kajian Salaf Rutin di Bogor 2011 Terbaru

Jadwal Kajian Salaf 2011 terbaru yang saat ini kami dapatkan:
1. setiap hari Ahad jam 9 atau atau setengah 10 sampai dzuhur..
*pemateri : Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawaz
*kitab       : Syarah Aqidah Al-Wasithiyah dan Bulughul Maram
INFORMASI : 0251-8318306


Rute ke Masjid Imam Ahmad bin Hambal:
Dari Stasiun Kereta Bogor naik 03
jurusan Baranangsiang turun di perempatan Bintang Pelajar (dekat Kecamatan (di seberang hotel Pangrango 2), naik angkot 05 jurusan Cimahpar, turun di perempatan Perum Baranangsiang IV, jalan kaki ke arah kanan kira-kira 150 m.
Dari Pasar Bogor naik angkot 05 jurusan Ramayana-Cimahpar, turun di Perempatan Baranangsiang Indah IV.
Dari kampus IPB Dramaga naik angkot kampus dalam sampai terminal bubulak atau laladon naik angkot 03, selanjutnya sama dengan rute no 1.
Rute dari Jakarta : naik Bus turun di perempatan Bintang Pelajar (dekat Kecamatan), naik angkot 05 jurusan Cimahpar, turun di perempatan Perum Baranangsiang IV, jalan kaki ke arah kanan kira-kira 150 m.(untuk saat ini libur sampai setelah haji-Info selanjutnya di Radio Rodja 756 AM)
.



2. Kajian Islam rutin di Mushola Abu Bakar As-Shidiq (Taman Yasmin Sektor VII Cluster bambu Ori ) Insya Allah dilaksanakan setiap:
- Ahad ke 2 ba'da Maghrib oleh Ustadz Ruslan Nurhadi,Lc (dari Ponpes Ibnu Taimiyah Bogor) membahas kitab Tazkiyatun Nufus dan Ustadz Ahmad Daniel,Lc (dari Ponpes Ibnu Taimiyah Bogor) membahas kitab riyadhus shalihin, secara bergantian.
- Ahad ke 4 ba'da Maghrib oleh Ustadz Bukit Nugraha(Ketua Yayasan Imam Ahmad bin Hanbal Bogor) membahas kitab tauhid, dan Ustadz Kamal Mustofa,Lc (ALUMNI LIPIA - FAKULTAS SYARIAH) kitab Sittu Duror, secara bergantian.
Cp: 08129581573 (Ahmad Nurhadi)


3. Kajian Islam rutin di Masjid Al Ikhlas (Taman Sari Persada Bogor) Insya Allah dilaksanakan setiap:
- Ahad Ba'da Shubuh oleh Ustadz  Kamal Mustofa,Lc (ALUMNI LIPIA - FAKULTAS SYARIAH) membahas kitab riyadhus shalihin
- Sabtu ke 2 dan ke 4 Ba'da Shubuh oleh Ustadz Heryanto Abdul Hadi,Lc 
Cp:ketua DKM Ustadz  Kamal Mustofa,Lc 081381199061


4. Kajian Islam rutin di Masjid Ar-Royan (Taman Cimanggu,Jl Dahlia Bogor) Insya Allah dilaksanakan setiap:
- Sabtu ke 2 Ba'da Shubuh Oleh Ustadz Subhan Bawazier membahas kitab  AddaWad Dawa
- Ahad ke 1 dan ke 3 Ba'da Maghrib Oleh Ustadz Arman Amri,Lc membahas kitab Ushulus Sunnah karya Imam Ahmad bin hanbal. 
- Ahad ke 2 Ba'da Maghrib Oleh Ustadz  Suryana,Lc (dari Ponpes Ibnu Taimiyah Bogor) membahas kitab Akhlaq
- Ahad ke 4 Ustadz Ruslan Nurhadi,Lc (dari Ponpes Ibnu Taimiyah Bogor) membahas kitab Fiqih Ibadah
Cp: 08816159818 (Yahya)


5. Kajian Islam rutin di Mushola Al Ikhlas (Jl.Samiaji 6 No 1 Indraprasta Bogor) Insya Allah dilaksanakan setiap:
- Sabtu ke 4 Ba'da Maghrib oleh Ustadz Arman Amri,Lc membahas kitab Hadist Arba'in
- Sabtu ke 2 dan Ke 3 Ba'da Maghrib Oleh Ustadz Ruslan Nurhadi,Lc membahas kitab Tafsir Qur'an
Cp: 087870806383 (yoni)


6. Kajian Islam Rutin di Masjid Al Istiqomah (Taman Yasmin Bogor Belakang GIANT Yasmin Bogor)
- Sabtu ke 1 dan ke 3 Ba'da Maghrib oleh Ustadz Syarifal Mahya Lubis,Lc membahas kitab Hadist Arbain
- Sabtu ke 2 Ba'da Maghrib oleh Ustadz Bukit Nugraha membahas kitab Utshul tsalatsah
- Sabtu ke 4 Ba'da Maghrib oleh Ustadz Ruslan Nurhadi,Lc Membahas kitab Fiqih Karya Syaikh Sholeh Fauzan
- Sabtu ke 5 Ba'da Maghrib Oleh Ustadz Arman Amri,Lc 
Cp: 0818101693 (Ahmad Sentika)


7.  Kajian Islam Rutin Khusus Akhwat di Masjid Baiturrahman (Villa Bogor Indah Blok H)
- Kamis ke 1 dan ke 3 jam 09.00-Dzuhur Oleh Ustadz Arman Amri,Lc 
Cp : 08567074250 (Ummu Rizki)


Demikian kajian salaf yang bisa kami publikasikan saat ini...silahkan bagi ikhwan dan Akhwat yang mau memberikan informasi kajian islam bisa sms ke 08121892206







04/10/11

Menanggapi Bom Bunuh diri di solo:Wahai Muslim Jangan Tertipu dengan Pembela Islam Tapi Merusak Islam

Oleh : Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal, S.T ( Mahasiswa S2 Jami'ah Malik Su'ud Riyadh KSA)
Setiap kita paling telah mengetahui berita bom bunuh diri yang terjadi di Solo hari Ahad lalu (25/09/2011). Sehabis kebaktian gereja, seorang pemuda masuk ke dalam lalu melakukan bom bunuh diri. Motivasi pemuda ini di antaranya karena menganggap hal itu sebagai jihad. Sebenarnya bukan hanya dengan modal semangat. Seharusnya setiap perbuatan selain didasari niat yang benar, juga dilakukan dengan cara yang tidak menyelisihi syari’at. Ada satu pelajaran dari hadits muttafaqun ‘alaih yang menerangkan bahwa seharusnya kita tidak mudah percaya atau tidak tertipu dengan orang yang semata-mata berniat membela Islam, ingin menghancurkan non muslim, namun ia jauh dari syari’at malah bermaksiat. Berikut pelajaran dari hadits tersebut.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ta’ala anhu berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan Bilal pada saat perang Khoibar untuk menyeru manusia dengan mengatakan,
إِنَّهُ لاَ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ إِلاَّ نَفْسٌ مُسْلِمَةٌ ، وَإِنَّ اللَّهَ لَيُؤَيِّدُ هَذَا الدِّينَ بِالرَّجُلِ الْفَاجِرِ
Tidak akan masuk surga kecuali jiwa seorang muslim. Mungkin saja Allah menolong agama ini lewat seorang laki-laki fajir (yang bermaksiat).” (HR. Bukhari no. 3062 dan Muslim no. 111)
Perowi hadits ini adalah Abu Hurairah Ad Dausi, sahabat yang mulia yang banyak menghafalkan hadits. Namun nama aslinya dan nama ayahnya diperselisihkan. Ada yang menyebut namanya adalah ‘Abdurrahman bin Shokr dan ada yang menyebut selain itu. Beliau meninggal dunia tahun 57 Hijriyah, ada juga yang mengatakan 58 atau 59 Hijriyah. Ketika meninggal dunia, umur beliau 78 tahun.
Kisah Tentang Hadits
Abu Hurairah menceritakan tentang sebab munculnya sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam di atas. Abu Hurairah berkata bahwa beliau mengikuti perang Khoibar. Lantas Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata pada orang yang mengaku membela Islam, “Ia nantinya penghuni neraka.” Tatkala orang tadi mengikuti peperangan, ia sangat bersemangat sekali dalam berjihad sampai banyak luka di sekujur tubuhnya. Melihat pemuda tersebut, sebagian orang menjadi ragu dengan sabda Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam. Namun ternyata luka yang parah tadi membuatnya mengambil pedang dan membunuh dirinya sendiri. Akhirnya orang-orang pun berkata, “Wahai Rasulullah, Allah membenarkan apa yang engkau katakan.” Pemuda tadi ternyata membunuh dirinya sendiri. Rasul pun bersabda, “Berdirilah wahai fulan (yakni Bilal), serukanlah: Tidak akan masuk surga melainkan seorang mukmin. Allah mungkin saja menolong agama ini melalui laki-laki fajir (ahli maksiat).” (HR. Bukhari dan Muslim).
Ibroh dari Hadits
1. Setiap muslim janganlah mudah tertipu dengan setiap orang yang terang-terangan mengatakan dirinya membela Islam, baik mereka mengatakan bahwa dirinya berjihad, berdakwah ilallah, beramar ma’ruf nahi mungkar atau merekalah satu-satunya yang semangat dalam membela panji-panji Islam. Maka janganlah cepat-cepat menghukumi atau merekomendasi atau menerima klaim mereka dan memotivasi untuk duduk di majelis mereka sampai diketahui bahwa mereka benar-benar mengikuti ajaran Rasul. Karena kebanyakan orang hanya asal klaim bahwa ia benar, ia di atas jihad, ia membela Islam, namun ternyata jauh dari tuntunan Islam. Islam tidak pernah mengajarkan bom bunuh diri, walaupun itu demi menghancurkan gereja. Islam tidak pernah mengajarkan meletakkan bom di tempat maksiat, walaupun diletakkan di bar-bar tempat maksiat. Karena segala sesuatu ada aturannya, tidak asal-asal kita melakukan nahi mungkar. Tidak asal-asalan kita menghancurkan tempat maksiat. Ada penguasa atau yang diperintah oleh penguasa yang punya tugas dalam hal ini. Jika kita tidak punya kekuasaan kita bisa peringatkan perbuatan mungkar dengan lisan atau tulisan. Dan minimal kita ingkari dalam hati jika kita tidak mampu dengan hal tadi. Itulah selemah-lemahnya iman. Lihat bahasan tentang kaedah dalam amar ma’ruf nahi mungkar yang diterangkan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah di sinidi sini, serta baca sikap ekstrim dalam menyikapi kemungkaran.
2. Tidak diingkari bahwa sebagian ahli bid’ah ada yang membela kebenaran atau mengklaim dirinya di atas kebenaran atau barangkali awal-awalnya saja membela, namun kemudian menyimpang dari jalan yang benar sebagaimana kisah dalam hadits di atas. Akan tetapi sekali lagi, tidak setiap yang mereka lakukan atau yang mereka namakan jihad, kita langsung membenarkannya. Tetap harus dinilai dan ditimbang dengan ajaran Islam.
Walillahil hamd, wallahu waliyyut taufiq.


@ Sabic Lab Riyadh KSA, 4th Dzulqo’dah 1432 H

03/10/11

Daurah Muslimah di Masjid Al Barkah Radio Rodja 756 AM Bogor Ahad, 9 Oktober 2011 GRATIS

Hadirilah...DAURAH MUSLIMAH dalam bahasan "Hukum-hukum Haidh dan Nifas" bersama Ustadz Abu Qotadah 
dan "Hijab Wanita Muslimah" bersama Ustadz Abu Yahya Badrusalam,
diMasjid Al Barkah (Radio Rodja),insya Allah hari Ahad,11 dzulqo'dah 1432/ 9 Oktober, jam 9.00 sd ashar.
daurah ini khusus untuk kaum muslimah ,GRATIS... semoga bermanfaat
Radio Rodja 756am
Jl.Pahlawan Kp Tengah
Rt . 03 Rw. 03
Cileungsi – Bogor 16820
(021) 823 3661

02/10/11

Tabligh Akbar dan Bedah Buku di Masjid Baitul Faidzin Bogor 8 Oktober 2011

Tabligh Akbar dan Bedah Buku
 Assalamu'alaykum Warohmatullahi Wabarokatuh,,,,
 HADIRILAH TABLIGH AKBAR UNTUK UMUM DAN BEDAH BUKU
 Tema : "ADAB DAN AHKLAK PENUNTUT ILMU"
 Oleh : Ustadz. YAZID bin Abdul Qodir Jawaz (Dewan Penasehat MUI Kota Bogor) 
Waktu : Sabtu, 8-Oktober-2011 / 10-Dzulqo'dah- 1432 H
 Jam : 08.30 - Dzuhur
Tempat : Masjid Baitul Faizin Komplex Pemda Kab. Bogor - Cibinong
 Info / Contact Person :021-98972658 / 085697031654
 ~ Mohon Bantu Sebarkan Jazakumullohu khoiron ~

27/09/11

Buletin Islam BUMING

Edisi Perdana Buletin Islam BUMING. silahkan di download secara gratis.

25/09/11

Tabligh Akbar 8 Oktober 2011 bersama Ustadz Yazid bin Abdul Qodir jawas di Masjid Baitul Faidzin Pemkab Bogor

Hadirilah Tabligh Akbar dan Kajian Islam Umum
"Tazkiyatun Nufus / Penyucian Jiwa"
Insya Allah akan dilaksanakan pada:
Hari / Tanggal : Sabtu, 8 Oktober 2011
Jam                : 09.00-Dzuhur
Tempat           : Masjid Baitul Faidzin Komplek Pemerintah Kabupaten Bogor
Pembicara      : Ustadz Yazid bin Abdul Qodir Jawas (Penasehat MUI Kota Bogor)
Ajaklah Saudara, Kerabat, Tetangga, Teman untuk bisa datang....

CP: 0251 8318306



22/09/11

Hadirilah Kajian Islam Ustadz Yazid 25 September 2011 di Bogor

Hadirilah Kajian Islam Ilmiah Untuk UMUM dengan Tema:
" ISTIQOMAH DI ATAS SUNNAH "

Insya Allah akan dilaksanakan pada:
Hari/Tanggal : 25 September 2011
Tempat : Masjid Imam Ahmad bin hanbal Bogor
Pembicara : Ustadz Yazid bin Abdul Qodir Jawas
Waktu  : 09.30-Dzuhur












13/09/11

Kajian Islam Rutin di IPB Bogor 2011

Hadirilah Kajian Islam Rutin terbuka untuk umum Ikhwan dan Akhwat
dengan Tema : " Prinsip Dasar Aqidah Ahlu Sunnah" (merujuk kitab Ushulus Sunnah Karya Imam Ahmad bin Hanbal rohimahullah)  insya Allah akan dilaksanakan pada :
Hari           :  Rutin setiap hari rabu
Pembicara  : Ustadz Abu Ibrohim,Lc ( Alumnus Universitas Madinah Jurusan Dakwah dan Ushuludin)
Waktu        : 16.30-selesai
Tempat       : Balairung Fahutan IPB Bogor
Penyelenggara Forum Kajian Mahasiswa Lembaga Pendidikan Islam Al Furqon IPB Bogor

Kajian Islam Khusus Akhwat di Villa Bogor Indah 2011


Bismillah,kajian khusus akhwat setiap kamis jam 8.30 pagi, pekan 1 & 3 
Tempat        : Masjid Mushab bin Umair, Villa bogor indah blok CC 
Pembicara  : Ustadz Arman Amri,Lc.
Waktu : JAM 8.30-selesai

Kajian Islam di Yasmin Bogor terbaru 2011

Hadirilah Kajian Rutin Islam
Kepada Kaum Muslimin Ikhwan dan Akhwat ikutilah kajian rutin setiap malam ahad sebagai berikut:
Pembicara               : Ustdaz Syarifal Mahya Lubis,Lc
kitab yang dibedah  :  Syarah Hadist Arbain
Tempat                   :  Masjid Al Istiqomah Taman Yasmin Bogor (Belakang GIANT Yasmin Bogor)
Waktu                    : Ba'da Maghrib sampai selesai
Acara diselengarakan oleh Forum As-Sunnah Yasmin Bogor
CP : 0818101693

09/09/11

Kajian salaf terbaru di depok 2011 setelah libur lebaran

KAJIAN ISLAM Sabtu-Ahad jam 08.30 s/d 11.30 wib
. Pelaksana MAJELIS ILMU AL-JAMA’AH Depok. (untuk umum, ikhwan & akhwat) Insya Allah dimulai Sabtu, 10 September 2011 SABTU
 Pekan ke-1 Ust. Abu Qatadah, Lc (Mudir Ponpes Ihya Sunnah, Tasikmalaya) Materi: Manhaj ‘Aqidah Imam Asy-Syafi’i Tempat: Masjid Baiturrahman Jl. Gede Raya 17 (Depan SMA 2) Depok II Timur, Sukmajaya-Depok SABTU
 Pekan ke-2 Ust. Arman Amri, Lc (Mudir Ponpes Minhajussunnah, Bogor) Materi: Syarah Arba’in An-Nawawi Tempat: Masjid Al-Fauzien Perumahan Gema Pesona Estate, Jl. Tole Iskandar 45, Sumajaya-Depok SABTU,
Pekan ke-3 Ust. Kurnaedi, Lc (Pemateri tetap di Radio RODJA) Materi: Tafsir Al-Qur’an Tempat: Masjid Baiturrahman Jl. Gede Raya 17 (Depan SMA 2) Depok II Timur, Sukmajaya-Depok SABTU,
Pekan ke-4 Ust. Zaenal Abidin (Mudir Ponpes Ibnu Hajar Boarding School, Jakarta) Materi: ‘Aqidah Muslim Tempat: Masjid Al-Fauzien Perumahan Gema Pesona Estate, Jl. Tole Iskandar 45, Sumajaya-Depok AHAD, Pekan ke-2 Ust. Abu Islama Imanudin, Lc (Mudir Ponpes Hidayatunnajah, Bekasi) Materi: Ensiklopedi Adab-Adab Islam Menurut Al-Qur’an dan As-Sunnah Tempat: Masjid Darussalam Perumahan Perum Jatijajar Blok D, Jl. Raya Bogor Km. 35 Simpang Depok, Cimanggis-Depok AHAD,
Pekan ke-4 Ust. Fachruddin Nu’man, Lc (Mudir Ponpes Riyadhus Sholihin, Pandeglang Banten Materi: Kisah Shahih Para Nabi Tempat: Masjid Darussalam Perumahan Perum Jatijajar Blok D, Jl. Raya Bogor Km. 35 Simpang Depok, Cimanggis-Depok
 INFORMASI: Abu Rama : 0852 1546 5519 Abu Hana : 0813 1734 1783 Abu Faqih : 0812 8193 0012 Abu Johan : 0813 8089 9787 Jatmiko : 0812 930 1808 Nadjali : 0812 8433 699

04/09/11

Tabligh Akbar Kebumen 12 September 2011

Hadirilah Kajian Islam untuk wilayah Jateng dan DIY Dengan tema “Jalan Terang Menggapai Rahmat Allah Diantara Radikalisme Dan Apatisme” Dengan Pembicara : Ustadz Ahmad Zainal Abidin,Lc (lulusan LIPIA Jakarta) Waktu dan Tempat Masjid Agung Kebumen Senin, 12 September 2011 Pukul 12.30-17.00 Penyelenggara Yayasan Al Ihsan Kebumen

03/09/11

Kesalahan Halal bi Halal

Pengertian Halal Bihalal dan Sejarahnya Secara bahasa, halal bihalal adalah kata majemuk dalam bahasa Arab dan berarti halal dengan halal atau sama-sama halal. Tapi kata majemuk ini tidak dikenal dalam kamus-kamus bahasa Arab maupun pemakaian masyarakat Arab sehari-hari. Masyarakat Arab di Makkah dan Madinah justru biasa mendengar para jamaah haji Indonesia –dengan keterbatasan kemampuan bahasa Arab mereka- bertanya ‘halal?’ saat bertransaksi di pasar-pasar dan pusat perbelanjaan. Mereka menanyakan apakah penjual sepakat dengan tawaran harga yang mereka berikan, sehingga barang menjadi halal untuk mereka. Jika sepakat, penjual akan balik mengatakan “halal”. Atau saat ada makanan atau minuman yang dihidangkan di tempat umum, para jamaah haji biasa bertanya “halal?” untuk memastikan bahwa makanan / minuman tersebut gratis dan halal untuk mereka. Kata majemuk ini tampaknya memang ‘made in Indonesia’. Kata halal bihalal justru diserap Bahasa Indonesia dan diartikan sebagai “hal maaf-memaafkan setelah menunaikan ibadah puasa Ramadhan, biasanya diadakan di sebuah tempat (auditorium, aula, dsb) oleh sekelompok orang dan merupakan suatu kebiasaan khas Indonesia.” [1] Penulis Iwan Ridwan menyebutkan bahwa halal bihalal adalah suatu tradisi berkumpul sekelompok orang Islam di Indonesia dalam suatu tempat tertentu untuk saling bersalaman sebagai ungkapan saling memaafkan agar yang haram menjadi halal. Umumnya kegiatan ini diselenggarakan setelah melakukan salat Idul Fitri.[2] Kadang-kadang, acara halal bihalal juga dilakukan di hari-hari setelah Idul Fitri dalam bentuk pengajian, ramah tamah atau makan bersama. Konon, tradisi halal bihalal mula-mula dirintis oleh KGPAA Mangkunegara I (lahir 8 April 1725), yang terkenal dengan sebutan ‘Pangeran Sambernyawa’. Untuk menghemat waktu, tenaga, pikiran, dan biaya, maka setelah salat Idul Fitri diadakan pertemuan antara raja dengan para punggawa dan prajurit secara serentak di balai istana. Semua punggawa dan prajurit dengan tertib melakukan sungkem kepada raja dan permaisuri. Apa yang dilakukan oleh Pangeran Sambernyawa itu kemudian ditiru oleh organisasi-organisasi Islam dengan istilah halal bihalal. Kemudian instansi-instansi pemerintah/swasta juga mengadakan halal bihalal, yang pesertanya meliputi warga masyarakat dari berbagai pemeluk agama.[3] Halal bihalal dengan makna seperti di atas juga tidak ditemukan penyebutannya di kitab-kitab para ulama. Sebagian penulis dengan bangga menyebutkan bahwa halal-bihalal adalah hasil kreativitas bangsa Indonesia dan pribumisasi ajaran Islam di tengah masyarakat Indonesia[4]. Namun, dalam kaca mata ilmu agama, hal seperti ini justru patut dipertanyakan; karena semakin jauh suatu amalan dari tuntunan kenabian, ia akan semakin diragukan keabsahannya. Islam telah sempurna dan penambahan padanya justru mengurangi kesempurnannya. Tulisan pendek ini berusaha mengulas keabsahan tradisi halal bihalal menurut pandangan syariah. Dari beberapa pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan halal bihalal bukanlah tradisi saling mengunjungi di hari raya Idul Fitri yang juga umum dilakukan di dunia Islam yang lain. Tradisi ini keluar dari pembahasan tulisan ini, meskipun juga ada acara bermaaf-maafan di sana. Hari raya dalam Islam harus berlandaskan dalil (tauqifiy) Hukum asal dalam bab ibadah adalah bahwa semua ibadah haram sampai ada dalilnya. Sedangkan dalam bab adat dan muamalah, segala perkara adalah halal sampai ada dalil yang mengharamkannya. Perayaan hari raya (‘id) sebenarnya lebih dekat kepada bab mu’amalah. Tapi masalah ‘id adalah pengecualian, dan dalil-dalil menunjukkan bahwa ‘id adalah tauqifiy (harus berlandaskan dalil). Hal ini karena ‘id tidak hanya adat, tapi juga memiliki sisi ibadah. Asy-Syathibi mengatakan: وإن العاديات من حيث هي عادية لا بدعة فيها، ومن حيث يُتعبَّد بها أو تُوْضع وضْع التعبُّد تدخلها البدعة. “Dan sungguh adat istiadat dari sisi ia adat, tidak ada bid’ah di dalamnya. Tapi dari sisi ia dijadikan/diposisikan sebagai ibadah, bisa ada bid’ah di dalamnya.” [5] Dan tauqifiy dalam perayaan ‘id memiliki dua sisi: 1. Tauqifiy dari sisi landasan penyelenggaraan, di mana Nabi –shallallah ‘alaih wasallam- membatasi hanya ada dua hari raya dalam satu tahun, dan hal ini berdasarkan wahyu. عَنْ أَنَسِ بْنَ مَالِكٍ قَالَ: قَدِمَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمَدِينَةَ وَلَهُمْ يَوْمَانِ يَلْعَبُونَ فِيهِمَا، فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَا هَذَانِ الْيَوْمَانِ؟ قَالُوا: كُنَّا نَلْعَبُ فِيهِمَا فِي الْجَاهِلِيَّةِ. قَالَ: إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ قَدْ أَبْدَلَكُمْ بِهِمَا خَيْرًا مِنْهُمَا؛ يَوْمَ الْفِطْرِ وَيَوْمَ النَّحْرِ. Anas bin Malik berkata: “Rasulullah –shallallah ‘alaih wasallam- datang ke Madinah dan penduduknya memiliki dua hari di mana mereka bermain di dalamnya. Maka beliau bertanya: “Apakah dua hari ini?” Mereka menjawab: “Dahulu kami biasa bermain di dua hari ini semasa Jahiliyah.” Beliaupun bersabda: “Sungguh Allah telah menggantikannya dengan dua hari yang lebih baik, yaitu Idul Fitri dan Idul Adha.” (HR Abu Dawud no. 1134, dihukumi shahih oleh al-Albani) [6]Maka, sebagai bentuk pengalaman dari hadits ini, pada zaman Nabi –shallallah ‘alaih wasallam- dan generasi awal umat Islam tidak dikenal ada perayaan apapun selain dua hari raya ini [7], berbeda dengan umat Islam zaman ini yang memiliki banyak sekali hari libur dan perayaan yang tidak memiliki landasan syar’i. 2. Tauqifiy dari sisi tata cara pelaksanaannya, karena dalam Islam, hari raya bukanlah sekedar adat, tapi juga ibadah yang sudah diatur tata cara pelaksanaannya. Setiap ibadah yang dilakukan di hari raya berupa shalat, takbir, zakat, menyembelih dan haramnya berpuasa telah diatur. Bahkan hal-hal yang dilakukan di hari raya berupa keleluasaan dalam makan minum, berpakaian, bermain dan bergembira juga tetap dibatasi oleh aturan-aturan syariah [8]. Pengkhususan membutuhkan dalil Di satu sisi Islam telah menjelaskan tata cara perayaan hari raya, tapi di sisi lain tidak memberi batasan tentang beberapa sunnah dalam perayaan ‘id, seperti bagaimana menampakkan kegembiraan, bagaimana berhias dan berpakaian, atau permainan apa yang boleh dilakukan. Syariah Islam merujuk perkara ini kepada adat dan tradisi masing-masing. Jadi, boleh saja umat Islam berkumpul, bergembira, berwisata, saling berkunjung dan mengucapkan selamat. Bahkan kegembiraan ini perlu ditekankan agar anggota keluarga merasakan hari yang berbeda dan puas karenanya, sehingga mereka tidak tergoda lagi dengan hari besar-hari besar yang tidak ada dasarnya dalam Islam [9]. Namun mengkhususkan hari Idul Fitri dengan bermaaf-maafan membutuhkan dalil tersendiri. Ia tidak termasuk dalam menunjukkan kegembiraan atau berhias yang memang disyariatkan di hari raya. Ia adalah wazhifah (amalan) tersendiri yang membutuhkan dalil. Nabi –shallallah ‘alaih wasallam- dan para sahabat tidak pernah melakukannya, padahal faktor pendorong untuk bermaaf-maafan juga sudah ada pada zaman mereka. Para sahabat juga memiliki kesalahan kepada sesama, bahkan mereka adalah orang yang paling bersemangat utnuk membebaskan diri dari kesalahan kepada orang lain. Tapi hal itu tidak lantas membuat mereka mengkhususkan hari tertentu untuk bermaaf-maafan. Jadi, mengkhususkan Idul Fitri untuk bermaaf-maafan adalan penambahan syariah baru dalam Islam tanpa landasan dalil. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah berkata: فَكُلُّ أمرٍ يَكُوْنُ المُقْتَضِي لِفعْلِه عَلَى عَهْدِ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَوْجُوْداً لَوْ كَانَ مَصْلَحَةً وَلَمْ يُفْعَلْ، يُعْلَمُ أنَّهُ لَيْسَ بِمَصْلَحَةٍ. “Maka setiap perkara yang faktor penyebab pelaksanaannya pada masa Rasulullah –shallallah ‘alaih wasallam- sudah ada jika itu maslahat (kebaikan), dan beliau tidak melakukannya, berarti bisa diketahui bahwa perkara tersebut bukanlah kebaikan.” [10] Serupa dengan bersalam-salaman setelah shalat dan mengkhususkan ziarah kubur di hari raya Karena tidak dikenal selain di Indonesia dan baru muncul pada abad-abad terakhir ini, tidak banyak perkataan ulama yang membahas secara khusus tentang halal bihalal. Namun ada masalah lain yang memiliki kesamaan karakteristik dengan halal bihalal dan sudah banyak dibahas oleh para ulama sejak zaman dahulu, yaitu masalah berjabat tangan atau bersalam-salaman setelah shalat dan pengkhususan ziarah kubur di hari raya. Berjabat tangan adalah sunnah saat bertemu dengan orang lain, sebagaimana dijelaskan dalam hadits berikut: عَنِ الْبَرَاءِ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا مِنْ مُسْلِمَيْنِ يَلْتَقِيَانِ فَيَتَصَافَحَانِ إِلاَّ غُفِرَ لَهُمَا قَبْلَ أَنْ يَتَفَرَّقَاََََ Dari al-Bara’ (bin ‘Azib) ia berkata: Rasulullah –shallallah ‘alaih wasallam- bersabda: “Tidaklah dua orang muslim bertemu lalu berjabat tangan, melainkan keduanya sudah diampuni sebelum berpisah.” (HR. Abu Dawud no. 5.212 dan at-Tirmidzi no. 2.727, dihukumi shahih oleh al-Albani) [11] Tapi ketika sunnah ini dikhususkan pada waktu tertentu dan diyakini sebagai sunnah yang dilakukan terus menerus setiap selesai shalat, hukumnya berubah; karena pengkhususan ini adalah tambahan syariah baru dalam agama. Di samping itu, bersalama-salaman setelah shalat juga membuat orang tersibukkan dari amalan sunnah setelah shalat yaitu dzikir [12]. Ibnu Taimiyyah ditanya tentang masalah ini, maka beliau menjawab: “Berjabat tangan setelah shalat bukanlah sunnah, tapi itu adalah bid’ah, wallahu a’lam“ [13]. Lebih jelas lagi, para ulama menghitung pengkhususan ziarah kubur di hari raya termasuk bid’ah[14] ,padahal ziarah kubur juga merupakan amalan yang pada dasarnya dianjurkan dalam Islam, seperti dijelaskan dalam hadits berikut: عَنْ بُرَيْدَةَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: إِنِّي كُنْتُ نَهَيْتُكُمْ عَنْ زِيَارَةِ الْقُبُورِ فَزُورُوهَا؛ فَإِنَّهَا تُذَكِّرُ الْآخِرَة Dari Buraidah (al-Aslami) ia berkata: Rasulullah –shallallah ‘alaih wasallam- bersabda: “Sungguh aku dulu telah melarang kalian berziarah kubur, maka sekarang berziarahlah; karena ia mengingatkan akhirat.” (HR Ashhabus Sunan, dan lafazh ini adalah lafazh Ahmad (no. 23.055) yang dihukumi shahih oleh Syu’aib al-Arnauth) Demikian pula berjabat tangan dan bermaaf-maafan adalah bagian dari ajaran Islam. Namun ketika dikhususkan pada hari tertentu dan diyakini sebagai sunnah yang terus menerus dilakukan setiap tahun, hukumnya berubah menjadi tercela. Wallahu a’lam. Beberapa pelanggaran syariah dalam halal bihalal Di samping tidak memiliki landasan dalil, dalam halal bihalal juga sering didapati beberapa pelanggaran syariah, di antaranya: 1. Mengakhirkan permintaan maaf hingga datangnya Idul Fitri. Ketika melakukan kesalahan atau kezhaliman pada orang lain, sebagian orang menunggu Idul Fitri untuk meminta maaf, seperti disebutkan dalam ungkapan yang terkenal “urusan maaf memaafkan adalah urusan hari lebaran”. Dan jadilah “mohon maaf lahir batin” ucapan yang “wajib” pada hari Raya Idul Fitri. Padahal belum tentu kita akan hidup sampai Idul Fitri dan kita diperintahkan untuk segera menghalalkan kezhaliman yang kita lakukan, sebagaimana keterangan hadits berikut: عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: مَنْ كَانَتْ عِنْدَهُ مَظْلِمَةٌ لِأَخِيهِ فَلْيَتَحَلَّلْهُ مِنْهَا؛ فَإِنَّهُ لَيْسَ ثَمَّ دِينَارٌ وَلا دِرْهَمٌ مِنْ قَبْلِ أَنْ يُؤْخَذَ لِأَخِيهِ مِنْ حَسَنَاتِهِ، فَإِنْ لَمْ يَكُنْ لَهُ حَسَنَاتٌ أُخِذَ مِنْ سَيِّئَاتِ أَخِيهِ فَطُرِحَتْ عَلَيْهِ Dari Abu Hurairah bahwasanya Rasulullah –shallallah ‘alaih wasallam- bersabda: “Barang siapa melakukan kezhaliman kepada saudaranya, hendaklah meminta dihalalkan (dimaafkan) darinya; karena di sana (akhirat) tidak ada lagi perhitungan dinar dan dirham, sebelum kebaikannya diberikan kepada saudaranya, dan jika ia tidak punya kebaikan lagi, maka keburukan saudaranya itu akan diambil dan diberikan kepadanya”. (HR. al-Bukhari nomor 6.169) 2. Ikhtilath (campur baur lawan jenis) yang bisa membawa ke maksiat yang lain, seperti pandangan haram dan zina. Karenanya, Nabi –shallallah ‘alaih wasallam- melarangnya, seperti dalam hadits Abu Usaid berikut: عَنْ أَبِى أُسَيْدٍ الأَنْصَارِىِّ أَنَّهُ سَمِعَ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَقُولُ وَهُوَ خَارِجٌ مِنَ الْمَسْجِدِ فَاخْتَلَطَ الرِّجَالُ مَعَ النِّسَاءِ فِى الطَّرِيقِ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- لِلنِّسَاءِ « اسْتَأْخِرْنَ فَإِنَّهُ لَيْسَ لَكُنَّ أَنْ تَحْقُقْنَ الطَّرِيقَ عَلَيْكُنَّ بِحَافَاتِ الطَّرِيقِ ». فَكَانَتِ الْمَرْأَةُ تَلْتَصِقُ بِالْجِدَارِ حَتَّى إِنَّ ثَوْبَهَا لَيَتَعَلَّقُ بِالْجِدَارِ مِنْ لُصُوقِهَا بِهِ. Dari Abu Usaid al-Anshari ia mendengar Rasulullah –shallallah ‘alaih wasallam- berkata saat keluar dari masjid dan kaum pria bercampur baur dengan kaum wanita di jalan. Maka beliau mengatakan kepada para wanita: “Mundurlah kalian, kalian tidak berhak berjalan di tengah jalan, berjalanlah di pinggirnya.” Maka para wanita melekat ke dinding, sehingga baju mereka menempel di dinding, saking lekatnya mereka kepadanya”. (HR. Abu Dawud no. 5272, dihukumi hasan oleh al-Albani) [15] 3. Berjabat tangan dengan lawan jenis yang bukan mahram. Maksiat ini banyak diremehkan oleh banyak orang dalam halal bihalalatau kehidupan sehari-hari, padahal keharamannya telah dijelaskan dalam hadits berikut: عن مَعْقِل بن يَسَارٍ يَقُولُ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:”لأَنْ يُطْعَنَ فِي رَأْسِ أَحَدِكُمْ بِمِخْيَطٍ مِنْ حَدِيدٍ خَيْرٌ لَهُ مِنْ أَنْ يَمَسَّ امْرَأَةً لا تَحِلُّ لَهُ” Dari Ma’qil bin Yasar ia berkata: Rasulullah –shallallah ‘alaih wasallam- bersabda: “Sungguh jika seorang di antara kalian ditusuk kepalanya dengan jarum dari besi, itu lebih baik baginya daripada menyentuh wanita yang tidak halal baginya”. (HR. ath-Thabrani, dihukumi shahih oleh al-Albani) [16] Al-Albani berkata: “Ancaman keras bagi orang yang menyentuh wanita yang tidak halal baginya. Di dalamnya terkandung dalil haramnya menjabat tangan wanita, karena tidak diragukan lagi bahwa berjabat tangan termasuk menyentuh. Banyak umat Islam yang jatuh dalam kesalahan ini, bahkan sebagian ulama.” [17] Penutup Dari paparan di atas, bisa kita simpulkan bahwa yang dipermasalahkan dalam halal bihalal adalah pengkhususan bermaaf-maafan di hari raya. Pengkhususan ini adalah penambahan syariah baru yang tidak memiliki landasan dalil. Jadi seandainya perkumpulan-perkumpulan yang banyak diadakan untuk menyambut Idul Fitri kosong dari agenda bermaaf-maafan, maka pertemuan itu adalah pertemuan yang diperbolehkan; karena merupakan ekspresi kegembiraan yang disyariatkan Islam di hari raya, dan batasannya merujuk ke adat dan tradisi masyarakat setempat. Tentunya jika terlepas dari pelanggaran-pelanggaran syariah, antara lain yang sudah kita sebutkan di atas. Selain di Indonesia, pertemuan yang umum disebut mu’ayadah (saling mengucapkan selamat ‘id) ini juga ada di belahan dunia Islam lain tanpa pengingkaran dari ulama. Bagi yang mengatakan “ah, cuma begini saja kok tidak boleh!“, ingatlah bahwa Nabi –shallallah ‘alaih wasallam- menyebut setiap perkara baru dalam agama sebagai syarrul umuur (seburuk-buruk perkara). Maka bagaimana kita bisa meremehkannya? Setiap muslim harus berhati-hati dengan perkara-perkara baru yang muncul belakangan. Amalkanlah sunnah dan Islam yang murni, karena itulah wasiyat Nabi tercinta –shallallah ‘alaih wasallam-. Wallahu a’lam. — [1] http://bahasakita.com/2009/08/23/halal-bi-halal2/ [2] http://bahasakita.com/2009/08/23/halal-bi-halal2/ [3] http://bahasakita.com/2009/08/23/halal-bi-halal2/ [4] http://bahasakita.com/2009/08/23/halal-bi-halal2/ [5] Al-I’tisham, 2/98 [6] Shahih Sunan Abi Dawud, 4/297 [7] Iqtidha’ ash-Shirath al-Mustaqim, 1/499 [8] Mi’yarul Bid’ah hal. 262 [9] Iqtidha’ ash-Shirath al-Mustaqim, 2/6 [10] Iqtidha’ ash-Shirath al-Mustaqim, 2/101 [11] As-Silsilah ash-Shahihah, 2/24 no. 525 [12] Fatawa Syaikh Abdullah bin ‘Aqiel, 1/141. [13] Majmu’ Fatawa Ibnu Taimiyyah, 23/339 [14] Al-A’yad wa Atsaruha ‘alal Muslimin, hal. 247 [15] As-Silsilah ash-Shahihah, 2/355 no. 856 [16] Ghayatul Maram, 1/137 [17] Majmu’ Fatawa al-Albani, 1/220 (asy-Syamilah) — Penulis: Ustadz Anas Burhanuddin MA. Artikel Muslim.Or.Id

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More