28/06/12

Hadirilah Kajian Islam: " Harta Haram & Muamalat Kontemporer" Bersama Ustadz Erwandi Tarmidzi 1Juli 2012

Hadirilah Kajian Islam:
" Harta Haram & Muamalat Kontemporer"
Bersama Ustadz Erwandi Tarmidzi
Insya Allah dilaksanakan :
Tanggal: 1Juli 2012
Jam :09.00- Dzuhur
Tempat : Aula Masjid Al Hidayah
Perum Bukit Cimanggu City Blok Q
Jl. Sholeh Iskandar Bogor

27/06/12

Hadirilah Tabligh Akbar " Meneladani Shaum Rasulullah" Masjid Al Muttaqin Bojong Gede Bogor ( 30 Juni 2012)

Hadirilah Tablig Akbar yang akan di selenggarakan di:

"Meneladani Shaum Rosulullah"

Masjid Al Muttaqin Perumahan Pura Bojong Gede - Bogor

Pada hari Sabtu, 30 Juni 2012

Waktu: Ba'da Ashar - selesai

Pemateri: ustadz Arman Amri LC

Info: 081932466369 / 08568141717

untuk rute:

dari stasiun Bojong Gede naik Angkot 117 jurusan perumahan Pura Bojong Gede
turun pas di depan Masjid Al Muttaqin

Hadirilah Kajian Ilmu Syar'i di Masjid Baitul Faidzin Pemkab Bogor:Meninjau Kembali Kehidupan Imam Syafi'i (30 Juni 2012)

Bismillah,

Hadirilah.... Kajian Ilmu Syar'i di Cibinong, Kab. Bogor

Bersama :
Ust. Abu Yahya Badrusalaam, Lc. hafidzahullah

Tema :
MENINJAU KEMBALI KEHIDUPAN AL-IMAM ASY-SYAFI'I rahimahullah

Waktu :
Insya Allah, Sabtu 10 Sya'ban 1433H/30 Juni 2012, Jam 09:00 - Selesai

Tempat :
Masjid Jaami' Baitul Faizin. Kompleks Perkantoran Pemda Kab. Bogor

Terbuka untuk Umum, Ikhwan & Akhwat.

Info lebih lanjut, hubungi :

CP Ikhwan : 021 98972658 / 0856 94072222

CP Akhwat : 0813 81240351

Mohon disebarkan kepada saudara muslim lainnya. Jazaakumullaahu khairan katsiiran wa baarakallaahu fiikum.

25/06/12

HADIRILAH KAJIAN ILMIYAH:"MENYAMBUT BULAN SUCI RAMADHAN 1433 H" 30 Juni 2012

HADIRILAH KAJIAN ILMIYAH

Terbuka untuk umum Ikhwan/Akhwat

Dengan Tema "MENYAMBUT BULAN SUCI RAMADHAN"

Pemateri : AL USTADZ MAHFUDZ UMRI,LC

Tempat : Masjid Jami' Baiturrahman Komplek Bea Cukai Jakarta Utara

Hari/Tanggal : Sabtu,30 Juni 2012

Pukul : 20.00 (Ba'da Isya) s.d Selesai

CP : 08568049240
0856967660522

21/06/12

Kajian Islam dan Daurah Menjelang Ramadhan 1433 H :"Amalan - Amalan Bulan Ramadhan" Ahad 08 Juli 2012

" TARHIB RAMADHAN "

Pemateri : Ustadz Abu Yahya Badrussalam.Lc

Amalan - Amalan Bulan Ramadhan

Ustdz. Abu Abdul Muhhsin firanda Andirja. Lc.Ma > Fikih - Fikih Ramadhan

Hari : Ahad 08 juli 2012

Jam : pukul 09.00 s/d 15.00 wib

Tempat : msjd.Nurul Iman Blok M Square lt.7 Kebayoran baru Jak -sel




18/06/12

MENGENAL LEBIH DEKAT PANGERAN NAYEF BIN ABDIL AZIZ RAHIMAHULLAH


SEMOGA ALLAH TA’ALA MERAHMATI AL-AMIR NAYEF BIN ABDUL AZIZ
Putra Mahkota Arab Saudi, Nayef bin Abdulaziz al-Saud meninggal dunia di sebuah rumah sakit di Jenewa, Swiss, Sabtu (16/6) setelah berjuang dari penyakit yang dideritanya selama beberapa bulan.
“Pangeran Nayef, 79 tahun yang baru-baru ini berada di luar negeri untuk perawatan medis, telah meninggal dunia di luar kerajaan,” lapor televisi Al-Ekhbariyah, mengutip pernyataan dari pengadilan kerajaan, Sabtu (16/6) sore waktu setempat.
Pangeran Nayef di Mata Ulama Ahlussunnah!
Sepeninggal pangeran Nayif bin Abdul Aziz Rohimahulloh, muncul berita-berita miring tentang beliau. Bahkan salah satu situs berita Islam Indonesia memberitakan dengan bahasa yang tidak layak diucapkan oleh seorang muslim, bukannya mengucapkan Istirja’, malah mereka berbahagia dengan mengucapkan: “Alhamdulillah wallahu akbar! Putra mahkota Arab Saudi dan tangan kanan AS itu meninggal di RS Jenewa.” Mereka menganggap bahwa Pangeran Nayif adalah seorang yang bengis, kejam, banyak menyakiti hati kaum muslimin dan segala hujatan yang sangat tidak layak dilontarkan kepada beliau rohimahulloh.
Lalu bagaimana tanggapan para ulama Ahlussunnah tentang wafatnya beliau?
Di dalam sebuah Forum, Syaikh Ali Hasan Al-Halabi mengatakan: “Allah berhak mengambil , Allah berhak memberi, Setiap apa yang ada di sisi-Nya telah ditentukan waktunya , Allah juga yang akan memberikan gantinya, Dan hanya Allah-lah tempat berlindung. Sesungguhnya wafatnya Al Amir Nayif bin Abdul Aziz rohimahullah adalah sebuah kerugian besar akan tetapi kita ridho terhadap ketentuan Allah. Beliau adalah pribadi yang sangat faham terhadap dakwah salafiyyah yang penuh berkah, faham akan manhaj dakwah salafiyyah yang wasath, manhaj yang murni yang haq serta lurus, beliau sangat faham terhadap para ulama’ dakwah salafiyyah yang robbani yang sholih. Beliau juga mewasiatkan agar senantiasa berbuat baik terhadap para ulama dakwah salafiyyah, menjaga mereka serta mengikuti arahan-arahan mereka. Maka atas dasar itu beliau memahami secara rinci masalah takfir (pengkafiran) dan terorisme, beliau juga mengetahui metode yang tepat untuk memberantasnya.” Bisa dilihat disini:http://www.kulalsalafiyeen.com/vb/showthread.php?t=39034
Masih di dalam forum tersebut diberitakan bahwa Syaikh Al ‘Allamah Muqbil bin Hadi Al Wadi’i rohimahulloh mengatakan : “Kami datang ke kota Jeddah dan kami disambut di hotel Hamro’ oleh Al Amir Nayif bin Abdul Aziz selaku mentri dalam negri, semoga Allah membalas beliau dengan kebaikan, dan beliau sangat memuliakan kami semoga Allah membalas beliau dengan kebaikan.
Setelah itu aku (Syaikh Muqbil) menginginkan untuk bertemu dengan beliau, alhamdulillah pertemuan yang sangat menyenangkan dengan seorang lelaki yang cerdas. Dan ketika aku berbicara dengannya tentang masalah ilmu syar’i aku mendapati ilmunya lumayan Alhamdulillah.
Setelah itu ia mengatakan kepadaku : Negara mana yang engkau inginkan untuk berobat, kami yang akan mengurus segala sesuatunya, dan aku tidak memiliki wewenang untuk memilih.
Aku (Syaikh Muqbil) mengatakan : Kamu saja yang memilih.
Maka kemudian ia memilih Negara Amerika karena amerika sangat maju di dalam pengobatan penyakit jantung ”
Asy Syaikh Abdul Aziz Alu Syaikh (Mufti kerajaan Saudi Arabia) berkata : Kita memohon kepada Allah untuk Al Amir Nayif bin Abdul Aziz rohimahulloh agar menganugerahkan kepada beliau rohmat, ampunan serta surga na’im. Dahulunya beliau memiliki jasa baik yang besar yang tidak tersembunyi atas siapapun semenjak beliau menjadi pemimpin di Riyadh sampai menjadi menteri dalam negri dan sampai menjadi putra mahkota kerajaan Saudi Arabia.
Beliau telah mengerahkan segenap daya dan upaya untuk mewujudkan keamanan, ketentraman, membela kewibawaan negara, menjaga keamanan para jama’ah haji serta memutus makar jahat yang dilakukan oleh orang-orang yang berbuat rusak, para pemberontak, dan para pelaku dosa. Semoga Allah membalas beliau dengan kebaikan atas jasa yang beliau persembahkan bagi kita, bagi bangsa arab serta kaum muslimin secara umum. Beliau memiliki jasa yang besar yang tidak tersembunyi atas semua orang dan kita tidak akan melupakan jasa-jasa beliau. Beliau telah berupaya keras demi untuk mewujudkan kemanan dan ketentraman, semoga Allah membalas beliau dengan kebaikan atas jasa baik yang beliau persembahkan bagi umat ini.
Berkata Syaikh DR Shalih bin Humaid (Imam & Khatib di masjidil haram serta anggota Hai’ah Kibarul Ulama’) berkata : “Tidak diragukan lagi bahwa wafatnya Al Amir Nayif bin Abdul Aziz rohimahullah merupakan musibah besar bagi negara-negara Arab serta negara-negara Islam secara umum. Beliau termasuk punggawa kerajaan yang pernah bertemu dengan semua raja Saudi.
Dan beliau sebagai tangan kanan “Pelayan Dua Kota Suci”, sejak masih muda beliau telah menduduki posisi-posisi penting, maka beliau adalah negarawan papan atas khususnya beliau membawahi kementrian dalam negri serta sebagai putra mahkota kerajaan Saudi. Ketika Negara mengalami masa-masa sulit beliau adalah sebaik-baik tokoh yang dengannya Allah menjaga Negara ini.
Dan sudah ma’lum beliau ini memiliki kedudukan tinggi dalam pemikiran-pemikiran cemerlang beliau, dalam politik beliau, serta sangat bersemangat untuk mewujudkan keamanan dan keselamatan Negara dan rakyat. Beliau semasa hidupnya juga menjadi ketua panitia pelaksanaan haji (Bisa dibilang seluruh jama’ah haji diseluruh dunia berhutang budi kepada beliau-pent), beliau memiliki jasa-jasa besar di dalam mewujudkan suksesnya pelaksanaan ibadah haji selama beliau menjabat tugas ini.
Beliau juga dikenal memiliki ide-ide yang cemerlang serta penjagaan terhadap kemaslahatan Negara di departemen agama, peradilan, politik dan pendidikan.
Tidak diragukan bahwa beliau adalah pemimpin besar, akan tetapi kita memuji Allah subhanahu wa ta’ala atas qodho’ dan qodarnya, dan kita serta keluarga kerajaan menyampaikan ta’ziyah atas wafatnya seorang tokoh besar serta pribadi yang mulia ini. Kita memohon agar sepeninggal beliau keadaan tetap baik dan kita semoga Allah menganugerahkan kepada kita kesabaran atas wafatnya beliau.”
Berkata Syaikh Abdul Latif Alu Syaikh (Ketua Haiah Amar Ma’ruf Nahi Munkar) : “Kita kehilangan seorang pribadi yang agung yang tercermin dalam diri Al Amir Nayif bin Abdul Aziz rahimahullah, ini adalah musibah yang besar. Umat islam secara umum, bangsa arab serta Negara Saudi secara khusus merasa kehilangan dengan wafatnya beliau.”
Beliau memiliki jasa besar dalam mewujudkan keamanan Negara, beliau juga dikenal gigih dalam memerangi kejahatan, orang-orang yang berbuat kerusakan. Beliau juga dikenal gigih dalam menebarkan dakwah islam keberbagai penjuru dunia, dikenal menjaga keamanan (setelah Allah tentunya) di masa-masa sulit, sampai Negara kita ini dijadikan icon keamanan. Beliau juga dikenal memiliki pandangan yang jauh, hikmah dan kasih saying dan beliau sangat tegas di dalam mewujudkan keadilan.
Beliau juga memiliki andil besar di dalam membangun masjid-masjid, menebarkan ilmu-ilmu syariat, mencetak kitab-kitab serta menyokong bangsa. Beliau mengorbankan kesehatan serta kesungguhan beliau untuk Negara dan bangsa.
Sampai di hari-hari terakhir beliau masih ikut serta menjaga negara ini dan bersemangat menjaga ketentramannya.
Beliau dikenal memiliki sifat adil, beliau juga memiliki sifat yang tegas di dalam memerangi kejahatan dan tindak terorisme, menolong orang-orang miskin dan janda-janda tua. Beliau juga dikenal cerdas, punya pandangan politik yang cemerlang serta menyokong intellijen Negara”.
Harapan kami untuk Raja Abdullah bin Abdul Aziz, saudara-saudara serta anak-anaknya untuk melanjutkan perjuangan beliau. Dan saya tutup perkataan saya dengan firman Allah ta’ala, “Dan berikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar. (155) (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah mereka mengucapkan “Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un”. (QS Al Baqarah :155-156)”.
Demikianlah pujian para ulama besar terhadap Al Amir Nayif bin Abdul Aziz rohimahulloh, serta masih banyak lagi para ulama’ lain yang menyatakan hal serupa, diantaranya Syaikh Abdullah bin Sulaiman Al Mani’ (Anggota Haiah Kibarul Ulama’), Syaikh DR Abbas Al Hakami (Anggota Haiah Kibarul Ulama’), Syaikh Abdul Aziz bin Hamin (Mantan ketua Haiah Amar Ma’ruf Nahi Munkar)., Syaikh DR Muhammad Al Isa, Syaikh Prof. DR Muhammad bin Ali (Rektor Universitas Islam Madinah) dan lain-lain banyak sekali. Bisa dilihat disini:http://www.alsharq.net.sa/2012/06/17/349472
Inilah ungkapan para ulama Ahlussunnah tentang wafatnya Pangeran Nayif. Adapun orang-orang yang menghujat beliau disebabkan beliau rohimahulloh banyak membantah pemikiran Khowarij yang membuat keresahan berupa teror , kekacauan, pengeboman dan penghalalan darah kaum muslimin serta mereka menyimpan dendam yang mendalam kepada Negara pembela tauhid dan sunnah Nabi, Saudi Arabia. (bms)
Sumber Tulisan:
Tambahan:
SEMOGA ALLAH TA’ALA MERAHMATI AL-AMIR NAYIF BIN ABDUL AZIZ
Kematian beliau menyingkap kedengkian yang ada di dalam dada Ahlul Bid’ah, khususnya dari kalangan Sufiyah, Khawarij dan Syi’ah Bahrain terhadap Ahlus Sunnah.
Tahukah Anda, negeri Bahrain beberapa bulan yang lalu hampir saja jatuh ke tangan pemberontak Syi’ah yang didukung oleh Iran, kalaulah bukan Allah ta’ala yang menolong kaum muslimin, kemudian Al-Amir Nayif bin Abdul Aziz rahimahullah mengirim tentara Ahlus Sunnah dari Saudi, niscaya kaum Syi’ah telah membantai kaum muslimin di Bahrain.
Tidak heran jika kaum Syi’ah Bahrain dan Iran di media-media mereka menyatakan kegembiraan atas kematian beliau rahimahullah.
Jasa beliau yang juga sangat besar terhadap kaum muslimin adalah PEMBERANTASAN KHAWARIJ MU-JAHILIN, MUJAHID DI JALAN SETAN dari Al-Haramain dan seluruh Saudi.
Tidak heran jika website berpaham Khawarij: TidakRahmah.Com juga menyatakan kegembiraannya atas kematian beliau rahimahullah. Kaum Sufi pun ikut senang dengan menyebarkan berita ini di media-media sosial dunia maya.
INILAH DIANTARA UCAPAN AL-AMIR NAYIF BIN ABDUL AZIZ RAHIMAHULLAH TIDAK LAMA SEBELUM BELIAU MENINGGAL DUNIA:
فإن هذه الدولة المباركة، قامت على المنهج السلفي السوّي منذ تأسيسها على يد محمد بن سعود وتعاهده مع الإمام محمد بن عبد الوهاب-رحمهما الله-، ولا تزال إلى يومنا هذا بفضل الله وهي تعتز بذلك
“Sesungguhnya negara yang penuh berkah ini tegak di atas manhaj Salaf yang lurus sejak dibangun oleh Muhammad bin Su’ud dan perjanjiannya dengan Al-Imam Muhammad bin Abdul Wahhab -semoga Allah ta’ala merahmati keduanya-. Dan dengan keutamaan dari Allah ta’ala sampai hari ini negeri ini mulia dengan manhaj Salaf.” [Dari Sahab]
Asy-Syaikh Al-’Allamah Shalih bin Fauzan hafizhahullah mengomentari ucapan beliau dalam sebuah makalah berjudul:
نعم نحن سلفيون ولن نزال بإذن الله
“Ya, kami pengikut Salaf (Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam dan sahabat), dan tetap akan terus seperti itu dengan izin Allah ta’ala.” [http://www.sahab.net/home/?p=622]
Sebagai manusia, tentunya beliau memiliki banyak kesalahan dan kekhilafan, dan kewajiban kita sebagai kaum muslimin mendoakan saudara kita yang telah meninggal dunia agar diampuni dan dirahmati oleh Allah ta’ala.

14/06/12

Khutbah Jum'at Menyambut Bulan Ramadhan 1433 H


إِنَّ الْحَمْدَ للهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ اتَّقُواْ اللّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُواْ رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُم مِّن نَّفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيراً وَنِسَاء وَاتَّقُواْ اللّهَ الَّذِي تَسَاءلُونَ بِهِ وَالأَرْحَامَ إِنَّ اللّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيباً
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلاً سَدِيداً . يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَن يُطِعْ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزاً عَظِيماً
أَمَّا بَعْدُ، فَإِنَّ خَيْرَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ، وَخَيْرُ الْهُدَى هُدَى مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَشَرُّ الْأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا، وَكُلُّ بِدْعَةٍ ضَلَالَةٌ

Kaum muslimin wal muslimat Jamaah shalat Jumat yang dirahmati Allah.

Alhamdulillah, kita bersyukur kepada Allah karena di hari yang mulia ini kita dikumpulkan untuk beribadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala
Hari Jumat merupakan hari raya kaum muslimin dalam setiap pekannya.
قُلْ بِفَضْلِ اللهِ وَبِرَحْمَتِهِ فَبِذَلِكَ فَلْيَفْرَحُوا هُوَ خَيْرٌ مِّمَّا يَجْمَعُونَ
“Katakanlah, ‘Dengan kurnia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Karunia Allah dan rahmat-Nya itu adalah lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan.” (QS. Yunus: 58)
Kaum muslimin wal muslimat yang dirahmati Allah.
Bulan Ramadhan beberapa saat lagi akan datang menjumpai kita, bulan yang mulia, yang diharapkan oleh orang-orang shalih perjumpaan dengannya. Di bulan tersebut, seseorang bisa mengumpulkan pahala yang banyak dengan waktu yang singkat demi mencapai kedudukan yang mulia di sisi Allah Ta’la.
Sejenak, marilah kita introspeksi, sudah berapa kali kita mendapati Ramadhan. Namun, apakah kita telah meraih pelajaran-pelajaran berharga dari bulan Ramadhan?! Sudahkah Ramadhan membuahkan perubahan dalam pribadi kita ataukah hanya sekedar rutinitas belaka yang datang dan berlalu begitu saja?!
Oleh karenanya, perkenankanlah kami pada khotbah kali ini untuk menyampaikan beberapa pelajaran Ramadhan, semoga dapat kita pahami, menjadi motivasi, dan dapat kita wujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Amin.
Bulan Ramadhan merupakan sekolah keimanan dan bengkel yang sangat manjur bagi orang yang mengetahuinya. Banyak sekali pelajaran yang dapat diambil darinya, di antaranya:

Ikhlas

Ikhlas merupakan fondasi pertama diterimanya suatu amalan ibadah seorang hamba. Dalam ibadah puasa secara khusus Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
من صام رمضان إيمانا واتسابا غفر له ما تقدم من ذنبه
“Barang siapa berpuasa di bulan Ramadhan karena keimanan dan mengharap pahala Allah, maka akan diampunilah dosanya yang telah lalu.” (HR. bukhori dan Muslim)
Demikian pula dalam setiap amal ibadah kita, marilah kita ikhlaskan murni hanya untuk Allah semata sehingga kita tidak mengharapkan selain Allah. Ingatlah bahwa sebesar apa pun ibadah yang kita lakukan tetapi bila tidak ikhlas mengharapkan wajah Allah maka sia-sia belaka tiada berguna.
Dalam sebuah hadis riwayat Imam Muslim no. 1905 dikisahkan bahwa tiga golongan yang pertama kali dicampakkan oleh Allah adalah mujahid, pemberi shodaqoh, dan pembaca Alquran. Perhatikanlah, bukankah jihad merupakan amalan yang utama?! Bukankah shodaqoh dan membaca Alquran merupakan amalan yang sangat mulia? Namun, kenapa mereka malah dicampakkan ke neraka?! Jawabannya, karena mereka kehilangan keikhlasan dalam beramal.

Mutaba’ah

Mengikuti sunah merupakan fondasi kedua untuk diterimanya suatu ibadah. Betapa pun ikhlasnya kita dalam beribadah tetapi kalau tidak sesuai dengan sunah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam maka tertolak dan tidak diterima. Oleh karenanya, dalam berpuasa kita meniru bagaimana puasa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam seperti mengakhirkan sahur dan bersegera dalam berbuka.
لاَ يَزَالُ النَّاسُ بِخَيْرٍ مَا عَجَّلُوا الْفِطْرَ
“Manusia akan senantiasa berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka puasa dan mengakhirkan sahur.” (HR. Bukhori-Muslim)
Demikian pula dalam setiap ibadah lainnya, marilah kita berusaha untuk meniru agar sesuai dengan tuntunan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sehingga amal kita tidak sia-sia belaka.
Benarlah sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa setiap kebaikan dan kejayaan hanyalah dengan mengikuti sunah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam walaupun terkadang akal belum menerima sepenuhnya.
Dalam Perang Uhud, kenapa kaum muslimin mengalami kekalahan? Jawabannya, karena mereka tidak taat kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Oleh karenanya, apabila kita menginginkan kejayaan maka hendaknya kita menghidupkan dan mengagungkan sunah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, bukan malah merendahkan dan melecehkannya!!

Takwa dan Muroqobah

Meraih derajak takwa merupakan tujuan pokok ibadah puasa. Allah berfirman,
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 183)
Takwa artinya takut kepada Allah dengan menjalankan semua perintah-Nya dan menjauhi semua larangan-Nya sesuai dengan sunah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Oleh karenanya, marilah kita koreksi dan bertanya pada hati kita masing-masing, apakah kita bertujuan hendak meraih tujuan puasa ini?! Akankah kita memetik buah ketakwaan ini?! Ataukah kita puasa hanya menjalaninya dengan anggapan sekadar rutinitas saja?!
Seorang yang berpuasa tidak akan berbuka sekalipun manusia tidak ada yang mengetahuinya karena merasa takut dan merasa diawasi oleh Allah dalam gerak-geriknya. Demikianlah hendaknya kita dalam setiap saat merasa takut dan diawasi oleh Allah di mana pun berada dan kapan pun juga, terlebih ketika kita hanya seorang diri. Apalagi pada zaman kita ini, alat-alat kemaksiatan begitu mudah dikonsumsi, maka ingatlah bahwa itu adalah ujian agar Allah mengetahui siapa di antara hamba-Nya yang takut kepada-Nya.

Persatuan

Bersatu dan tidak berpecah belah merupakan suatu prinsip yang diajarkan Islam dalam banyak ayat Alquran dan hadis. Dalam puasa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
الصَوْمُ يَوْمَ تَصُوْمُوْنَ وَالفِطْرُ يَوْمَ تُفْطِرُوْنَ
“Puasa itu hari (ketika) manusia berpuasa dan hari raya itu hari (ketika) manusia berhari raya.” (HR. tirmidzi no. 607 dan dishohihkan al-Albani dalam ash-Shohihah no. 224)
Ya, demikianlah ajaran Islam yang mulia. Lantas kenapa kita harus berpecah belah dan fanatik terhadap kelompok dan golongan masing-masing, padahal sembahan kita satu, Rasul kita satu, ka’bah kita satu, dan Alquran kita satu?! Oleh karenanya, marilah kita rapatkan barisan kita dan rajut persatuan dengan mengikuti Alquran dan sunah, taat kepada pemimpin kita, dan mengingkari setiap pemikiran yang mengajak kepada perpecahan.

Kembali kepada Ajaran Alquran

Bulan Ramadhan adalah bulan diturunkannya Alquran yang berisi petunjuk bagi umat manusia. Allah berfirman,
شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنزِلَ فِيهِ الْقُرْءَانُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ
“Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Alquran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang haq dan yang batil).” (QS. Al-Baqarah: 185)
Maka hal ini memberikan pelajaran kepada kita kaum muslimin agar kembali kepada ajaran Alquran dengan membacanya, memahami isinya, mengamalkannya, dan menjadikannya sebagai cahaya dalam menapaki kehidupan ini.
Kehinaan yang menimpa kaum muslimin pada zaman sekarang tidak lain adalah disebabkan jauhnya mereka dari Alquran dan sunah.
إِذَا تَبَايَعْتُمْ بِالْعِينَةِ وَأَخَذْتُمْ أَذْنَابَ الْبَقَرِ وَرَضِيتُمْ بِالزَّرْعِ وَتَرَكْتُمْ الْجِهَادَ سَلَّطَ اللَّهُ عَلَيْكُمْ ذُلًّا لَا يَنْزِعُهُ حَتَّى تَرْجِعُوا إِلَى دِينِكُمْ
“Jika kalian telah berjual beli dengan sistem al-inah (salah sistem menuju riba), kalian sibuk dengan ekor sapi, rela dengan tanaman, meninggalkan jihad, maka Allah akan menimpakan kehinaan kepada kalian dan Alah tidak mencabutnya dari kalian sehingga kalian kepada agama kalian.” (HR. Abu Dawud no. 3462 dan dishohihkan al-Albani dalam ash-Shohihah no. 11)
Demikian pula, bencana demi bencana yang menimpa negeri ini dari tsunami, banjir, tanah longsor, lumpur panas, dan sebagainya, barangkali semua itu karena perbuatan dosa umat manusia agar mereka segera menyadari dan kembali kepada ajaran agama yang suci. Allah berfirman,
ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ
“Telah tampak kerusakan di daratan dan lautan disebabkan ulah perbuatan manusia.” (QS. Ar-Rum: 41)
Demi Allah, sesungguhnya kemaksiatan itu sangat berpengaruh pada keamanan suatu negeri, kenyamanan, dan perekonomian rakyat. Sebaliknya, ketaatan akan membawa keberkahan dan kebaikan suatu negera. Allah berfirman,
وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَى ءَامَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِم بَرَكَاتٍ مِّنَ السَّمَآءِ وَاْلأَرْضِ
“Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi.” (QS. Al-A’rof: 96)

Kasih Sayang Terhadap Sesama

Bulan Ramadhan adalah bulan kasih sayang dan kedermawanan, karena bulan itu adalah bulan yang sangat mulia dan pahalanya berlipat ganda. Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang yang paling dermawan dan lebih dermawan lagi apabila di bulan Ramadhan, sehingga digambarkan bahwa beliau lebih dermawan daripada angin yang kencang.
“Barangsiapa memberi makan kepada orang yang berpuasa, maka baginya pahala semisal oran gyan gberpuasa, tanpa dikurangi dari pahala yang orang berpuasa sedikit pun.” (HR. Tirmidzi no. 807 dan dishohihkan al-Albani)
Hal ini menunjukkan kepada kita bahwa Islam adalah agama yang rahmat (kasih sayang) kepada sesama. Bagaimana tidak, di antara nama Allah adalah Rahman dan Rahim (Maha penyayang), Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam juga adalah penyayang, Alquran juga penyayang, lantas bagaimana ajaran Islam tidak menganjurkan umatnya untuk berbuat kasih sayang kepada sesama?!
Oleh karenanya, celakalah segelintir orang yang melakukan aksi-aksi terorisme dan pengeboman yang sangat bertentangan dengan prinsip Islam adalah kasih sayang sehingga menimbulkan kerusakan yang sangat banyak seperti hilangnya keamanan negara, hilangnya nyawa, rusaknya bangunan, tercemarnya nama Islam, dan lain sebagainya.
أقول قولي هذا، وأستغفر الله لي ولكم ولجميع المسلمين والمسلمات، فاستغفروه إنه هو الغفور الرحيم

KHUTBAH KEDUA

الْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَـمِيْنَ، أَمَرَنَا بِاتِّبَاعِ صِرَاطِهِ الْـمُسْتَقِيْمِ وَنَهَانَا عَنِ اتِّبَاعِ سُبُلِ أَصْحَابِ الْـجَحِيْمِ، وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ الْـمَلِكُ الْبَرُّ الرَّحِيْمُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ بَلَّغَ اْلبَلاَغَ الْـمُبِيْنَ وَقَالَ: عَلَيْكُمْ بِسُنَّتِي وَسُنَّةِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ الَّذِيْنَ تَلَقَّوْا عَنْهُ الدِّيْنَ وَبَلَّغُوْهُ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ وَسَلَّمَ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا، أَمَّا بَعْدُ:

Akhlak yang Baik

Puasa tidak hanya menahan makan dan minum semata, tetapi lebih dari itu, yaitu menahan anggota badan dari bermaksiat kepada Allah. Menahan mata dari melihat yang haram, menjauhkan telinga dari mendengar yang haram, menahan lisan dari mencaci dan menggibah, menjaga kaki untuk tidak melangkah ke tempat maksiat. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Barang siapa tidak meninggalkan perkataan dusta dan amalannya serta kebodohan, maka Allah tidak butuh dia meninggalkan makan dan minumnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Dari sinilah kita mengetahui hikmah yang mendalam dari disyariatkannya puasa. Andaikan kita terlatih dengan pendidikan yang agung ini, niscaya Ramadhan akan berlalu sedang manusia berada dalam akhlak yang agung.
Dalam riwayat Bukhari dan Muslim diceritakan bahwa wanita para sahabat menyuruh anak-anak mereka berpuasa, lalu apabila ada seorang anak yang menangis minta makan, maka dibuatkan mainan sehingga lupa hingga datang waktu berbuka.
Demikianlah hendaknya orang tua, mendidik anak-anak mereka dalam ibadah dan ketaatan kepada Allah. Ingatlah wahai kaum muslimin wal muslimat, anak merupakan anugerah dan nikmat dari Allah sekaligus amanat dan titipan Allah pada pundak kita yang dimintai pertanggungjawabannya kelak di hadapan Allah.
“Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Marilah kita didik anak kita dengan keimanan, ibadah, dan ketaatan serta hindarkan mereka dari teman-teman jelek yang kerap meracuni anak-anak kita. Hal ini lebih ditekankan lagi pada zaman ini di mana pergaulan, pengaruh, dan polusi-polusi kesucian anak begitu semarak mencari mangsanya sehingga sedikit sekali yang selamat darinya. Lihatlah mana anak-anak muda sekarang yang aktif di masjid?! Mana anak-anak muda sekarang yang siap menjadi imam shalat dan khotib Jumat?!!

Berjuang Melawan Hawa Nafsu

Dalam puasa seorang muslim dituntut untuk melawan hawa nafsunya. Dia harus sabar menahan rasa lapar dan dahaga serta keinginan bersenggama yang sangat disenangi oleh nafsu manusia. Dia melawan kemauan hawa nafsu tersebut untuk mendapatkan ridha dan kecintaan Allah.
Demikian hendaknya setiap kita wahai kaum muslimin harus lebih mengedepankan cinta Allah daripada kemauan hawa nafsu yang kerap mengajak kepada kemaksiatan.
وَمَآأُبَرِّئُ نَفْسِي إِنَّ النَّفْسَ لأَمَّارَةٌ بِالسُّوءِ إِلاَّ مَارَحِمَ رَبِّي
“Sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku.” (QS. Yusuf: 53)
Maka siapa saja di antara kita yang terjerumus dalam dosa maka hendaknya dia berjuang melawan hawa nafsunya demi mendapatkan kecintaan Allah.

Konsisten/Terus di Atas Ketaatan

Ibadah puasa mengajarkan kepada kita untuk tetap konsisten dalam ketaatan. Oleh karena itu, perhatikanlah hadis berikut:
“Dari Aisyah radhiallahu ‘anha berkata, ‘Adalah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam apabila memasuki sepuluh akhir bulan Ramadhan maka beliau bersungguh-sungguh ibadah, menghidupkan malam, dan membangunkan keluarganya.” (HR. Bukhari-Muslim)
Demikianlah suri teladan kita, justru lebih bersungguh-sungguh di akhir Ramadhan, bukan terbalik seperti kebanyakan di antara kita, di awal Ramadhan kita semangat tetapi di akhir-akhir Ramadhan sibuk dengan baju baru, kue lebaran, dan hiasan rumah.
Jadi, persiapkan diri kita dengan sebaik-baiknya menjelang Ramadhan ini. Jangan sampai kita hanya melewatinya sebagai rutinitas tahunan dan membiarnya berlalu tanpa makna yang spesial.
Ya Allah, ampunilah dosa-dosa kami, dosa-dosa keluarga kami, orang tua kami, istri dan anak-anak kami serta saudara-saudara kami semuanya.
Ya Allah, perbaikilah keadaan kami, perbaikilah hati kami, dan perbaikilah keadaan negara kami.
Ya Allah, berilakanlah kekuatan dan hidayah kepada para pemimpin kami dalam menjalankan amanah-Mu dengan sebaik-baiknya.
Ya Allah, turunkanlah barokah-Mu dari langit dan bumi, ya Allah luaskanlah rezeki untuk kami dengan rezeki yang halal.
Ya Allah, janganlah Engkau sisakan sebuah dosa seorang dari kami kecuali Engkau telah mengampuninya, dan suatu hutang kecauli engkau melunasinya, sakit kecuali engkau menyembuhkannya, dan kesusahan kecuali Engkau memudahkannya.
اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى عَبْدِكَ وَرَسُوْلِكَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنِ الْـخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِيْ بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِي وَعَنْ جَمِيْعِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ لَـهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلىَ يَوْمَ الدِّيْنِ
اللَّهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَالْـمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَالْـمُشْرِكِيْنَ. وَدَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّينِ، وَانْصُرْ عِبَادَكَ الْـمُوَحِّدِيْنَ. اللَّهُمَّ أَصْلِحْ أَحْوَالَ الْـمُسْلِمِيْنَ في كُلِّ مَكَانٍ.
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْـمُسْلِمَاتِ وَالْـمُؤْمِنِيْنَ وَالْـمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّهُ سَمِيْعٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ، رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
عِبَادَ اللهِ … اذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ الْـجَلِيْلَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ، وَاللهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ.


Baca selengkapnya: http://khotbahjumat.com/persiapan-menyambut-ramadhan/#ixzz1xoTDb4vB

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More